Selamat datang di website kami
Beranda / Berita / Prodi Teknik Industri Gelar Pengabdian kepada Masyarakat di Jemaat GPM Latuhalat, Dorong Remaja dan Pemuda Kembangkan Limbah Bernilai Tambah
Pengabdian kepada masyarakat 08 August 2026 45 dilihat

Prodi Teknik Industri Gelar Pengabdian kepada Masyarakat di Jemaat GPM Latuhalat, Dorong Remaja dan Pemuda Kembangkan Limbah Bernilai Tambah

Prodi Teknik Industri Gelar Pengabdian kepada Masyarakat di Jemaat GPM Latuhalat, Dorong Remaja dan Pemuda Kembangkan Limbah Bernilai Tambah

Ambon, 08 Agustus 2026 — Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), IAKN Ambon melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Jemaat GPM Latuhalat dengan mengangkat tema “Pemberdayaan Remaja dan Pemuda melalui Edukasi Pengolahan Limbah Bernilai Tambah dan Penerapan Sistem Kerja Ramah Lingkungan dalam Mendukung Industri Hijau Berkelanjutan.”

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Gereja Sion Jemaat GPM Latuhalat tersebut diikuti oleh para remaja dan pemuda Jemaat GPM Latuhalat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Prodi Teknik Industri untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pengelolaan limbah, pengembangan produk bernilai tambah, serta penerapan prinsip-prinsip industri hijau dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan PkM dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Dr. Flavius F. Andries, M.A. Sementara itu, pihak Jemaat GPM Latuhalat diwakili oleh Pdt. Anthony Jamlean. Dalam sambutannya, Dekan FST menegaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan pembangunan saat ini, terutama dalam mendorong generasi muda untuk tidak hanya melihat limbah sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Menurut Dekan, penerapan prinsip industri hijau tidak harus selalu dimulai dari industri berskala besar. Konsep tersebut dapat dimulai dari lingkungan masyarakat melalui perubahan pola pikir, pemanfaatan sumber daya lokal, pengurangan limbah, efisiensi penggunaan bahan dan energi, serta pengembangan produk yang ramah lingkungan.

“Remaja dan pemuda harus didorong untuk memiliki cara pandang baru terhadap limbah. Apa yang selama ini dianggap sebagai sisa atau sesuatu yang tidak berguna, sebenarnya dapat memiliki nilai tambah apabila dikelola dengan kreativitas, pengetahuan, teknologi, dan sistem kerja yang tepat,” demikian disampaikan dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Flavius F. Andries juga secara khusus mengangkat Tai Minyak sebagai salah satu potensi lokal yang memiliki keterkaitan kuat dengan identitas masyarakat Negeri Latuhalat. Tai Minyak yang merupakan sisa dari proses pembuatan minyak kelapa telah dikenal luas sebagai salah satu produk khas yang melekat dengan masyarakat Latuhalat.

Dekan menilai bahwa keberadaan Tai Minyak tidak semestinya hanya dipandang sebagai identitas atau tagline bagi orang Latuhalat, tetapi perlu dikembangkan lebih jauh menjadi sebuah produk yang memiliki nilai tambah dan nilai ekonomis.

“Tai Minyak jangan hanya berhenti sebagai identitas atau sesuatu yang kita banggakan sebagai ciri khas Latuhalat. Kita perlu berpikir bagaimana produk ini dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi, sehingga identitas lokal dapat berjalan bersama dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, gagasan tersebut sejalan dengan semangat industri hijau dan ekonomi sirkular, di mana bahan sisa dari suatu proses produksi dapat dimanfaatkan kembali sehingga mengurangi limbah sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru. Karena itu, potensi Tai Minyak dapat menjadi salah satu objek yang dikaji dan dikembangkan melalui pendekatan keilmuan Teknik Industri, baik dari aspek proses produksi, kualitas produk, efisiensi kerja, pengemasan, hingga peluang pengembangan usaha.

Lebih lanjut, Dekan mendorong remaja dan pemuda Jemaat GPM Latuhalat untuk menjadi bagian dari proses inovasi tersebut. Generasi muda dinilai memiliki posisi strategis dalam mengembangkan berbagai potensi lokal karena memiliki kreativitas, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, serta peluang untuk mengembangkan pemasaran produk melalui platform digital.

Sementara itu, Pdt. Anthony Jamlean, yang mewakili pihak Jemaat GPM Latuhalat, menyambut baik pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi, khususnya Prodi Teknik Industri. Kehadiran perguruan tinggi di tengah jemaat dinilai memberikan manfaat dalam memperluas wawasan dan membuka peluang bagi remaja dan pemuda untuk mengembangkan potensi yang ada di lingkungan mereka.

Kegiatan PkM ini juga menjadi ruang bagi Prodi Teknik Industri untuk memperkenalkan konsep sistem kerja ramah lingkungan (green work system) kepada masyarakat. Sistem kerja ramah lingkungan diarahkan pada bagaimana suatu aktivitas dapat dilakukan secara efektif dan efisien dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan, keselamatan kerja, penggunaan sumber daya, serta keberlanjutan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edukasi dan diskusi bersama peserta mengenai pengolahan limbah bernilai tambah, pemanfaatan potensi lokal, prinsip industri hijau, serta penerapan sistem kerja yang ramah lingkungan. Para peserta juga didorong untuk mengidentifikasi berbagai jenis limbah dan potensi sumber daya lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk baru.

Antusiasme peserta terlihat dalam proses diskusi dan interaksi selama kegiatan berlangsung. Remaja dan pemuda diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, serta pandangan mereka mengenai pengelolaan limbah dan potensi usaha yang dapat dikembangkan di lingkungan Negeri Latuhalat.

Melalui kegiatan ini, Prodi Teknik Industri berharap dapat membangun kesadaran dan kapasitas generasi muda dalam melihat persoalan lingkungan sekaligus menangkap peluang ekonomi dari potensi lokal. Pemberdayaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi dapat dilanjutkan melalui pendampingan, riset, inovasi produk, dan pengembangan model usaha yang sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat.

Pengembangan potensi lokal Latuhalat juga diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, gereja, masyarakat, dan generasi muda. Dengan pendekatan teknologi tepat guna dan prinsip industri hijau, potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang tidak hanya mempertahankan identitas budaya, tetapi juga memberikan nilai tambah, peluang kewirausahaan, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kegiatan PkM ini sekaligus menegaskan komitmen Fakultas Sains dan Teknologi IAKN Ambon dan Prodi Teknik Industri untuk terus menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah masyarakat, serta mendorong terbentuknya generasi muda yang inovatif, produktif, peduli lingkungan, dan mampu mengembangkan potensi lokal menuju pembangunan yang berkelanjutan.